Loading...
Bagaimana Cara Memilih UI/UX Designer yang Tepat untuk Bisnis Anda?

Bagaimana Cara Memilih UI/UX Designer yang Tepat untuk Bisnis Anda?

19 October 2026

Dalam pengembangan website, aplikasi mobile, maupun sistem informasi bisnis, desain bukan sekadar tentang tampilan yang menarik. Desain juga menentukan bagaimana pengguna memahami informasi, menemukan fitur, dan menyelesaikan pekerjaan dengan mudah.

Di sinilah peran UI/UX designer menjadi penting. UI (User Interface) berfokus pada tampilan antarmuka, sedangkan UX (User Experience) berfokus pada pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan sebuah produk digital.

Namun, memilih UI/UX designer tidak cukup hanya dengan melihat hasil desain yang terlihat modern. Anda juga perlu mempertimbangkan kemampuan analisis, pemahaman terhadap kebutuhan bisnis, proses kerja, dan kolaborasi dengan tim pengembang.

 

Lalu, bagaimana cara memilih UI/UX designer yang tepat untuk bisnis Anda? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

 

1. Periksa Portofolio dan Pengalaman Proyek

Langkah pertama adalah memeriksa portofolio UI/UX designer. Portofolio dapat memberikan gambaran tentang kemampuan desain, cara menyusun informasi, serta pengalaman menangani berbagai jenis proyek digital. Jangan hanya melihat apakah desainnya menarik secara visual. Perhatikan juga bagaimana designer menyelesaikan masalah yang dihadapi pengguna.

Beberapa hal yang bisa Anda periksa meliputi:

  • Pengalaman merancang website, aplikasi mobile, atau dashboard.
  • Konsistensi desain dan penggunaan komponen antarmuka.
  • Kemudahan pengguna dalam memahami alur aplikasi.
  • Penjelasan mengenai masalah, proses, dan hasil dari proyek sebelumnya.

Jika Anda membutuhkan sistem informasi untuk operasional perusahaan, misalnya, pilih designer yang memahami tampilan dashboard, tabel data, formulir, dan alur kerja pengguna. Kebutuhan ini tentu berbeda dengan desain aplikasi untuk konsumen umum.

 

2. Pastikan Memahami UI dan UX, Bukan Hanya Visual

UI dan UX saling berkaitan, tetapi memiliki fokus yang berbeda. UI memastikan elemen visual terlihat jelas dan konsisten, sedangkan UX membantu memastikan produk mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Designer yang tepat tidak hanya menentukan warna, font, ikon, dan tata letak. Mereka juga mempertimbangkan bagaimana pengguna berpindah dari satu halaman ke halaman lain, menemukan informasi, dan menyelesaikan tugas.

Sebagai contoh, dashboard bisnis dengan banyak data seharusnya membantu pengguna menemukan informasi penting dengan cepat. Tampilan yang menarik saja tidak cukup jika pengguna kesulitan membaca laporan atau menemukan fitur yang dibutuhkan. Karena itu, pastikan calon designer mampu menjelaskan alasan di balik keputusan desain yang dibuat.

 

3. Pilih Designer yang Mau Memahami Kebutuhan Bisnis

Setiap bisnis memiliki kebutuhan dan karakteristik pengguna yang berbeda. Sistem untuk perusahaan manufaktur, aplikasi layanan pelanggan, dan platform pendidikan tentu membutuhkan pendekatan desain yang berbeda pula.

UI/UX designer yang baik akan berusaha memahami tujuan proyek sebelum mulai membuat desain. Mereka dapat mengajukan pertanyaan mengenai target pengguna, kendala yang dihadapi, proses bisnis, dan hasil yang ingin dicapai.

Sebelum memulai proyek, diskusikan beberapa hal berikut:

  • Siapa saja yang akan menggunakan produk digital tersebut?
  • Apa masalah utama yang ingin diselesaikan?
  • Fitur apa yang paling penting bagi pengguna?
  • Bagaimana produk akan digunakan dalam aktivitas sehari-hari?

Pemahaman tersebut membantu menghasilkan desain yang tidak hanya menarik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan bisnis dan penggunanya.

 

4. Perhatikan Proses Riset dan Penyusunan User Flow

Proses desain yang baik tidak selalu dimulai dari membuat tampilan halaman. Sebelum masuk ke tahap visual, designer perlu memahami kebutuhan pengguna dan menyusun alur interaksi yang logis. Beberapa proses yang dapat dilakukan meliputi riset pengguna, penyusunan user flow, pembuatan wireframe, dan pengembangan prototype.

User flow menggambarkan langkah-langkah yang dilalui pengguna untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Sementara itu, wireframe membantu menentukan struktur dan penempatan elemen sebelum desain visual dibuat lebih detail.

Contohnya, pada aplikasi pemesanan, pengguna seharusnya dapat menemukan produk, mengisi informasi yang diperlukan, dan menyelesaikan pemesanan tanpa melalui langkah yang membingungkan.

Tanyakan kepada calon designer bagaimana proses mereka dalam memahami kebutuhan dan menguji alur tersebut. Dengan begitu, Anda dapat menilai apakah desain dibuat berdasarkan pertimbangan yang jelas atau sekadar mengikuti tren visual.

 

5. Pastikan Menguasai Tools Desain yang Relevan

Tools desain membantu UI/UX designer menyusun antarmuka, membuat prototype, dan berkolaborasi dengan tim pengembang. Salah satu tools yang banyak digunakan adalah Figma. Selain itu, designer dapat menggunakan tools lain sesuai kebutuhan proyek.

Namun, penguasaan tools bukan satu-satunya tolok ukur. Yang lebih penting adalah bagaimana designer memanfaatkan tools tersebut untuk menghasilkan desain yang terstruktur, konsisten, dan mudah dikembangkan.

Untuk proyek yang kompleks, perhatikan pula apakah designer menyusun design system atau kumpulan panduan komponen, warna, tipografi, dan elemen antarmuka. Design system dapat membantu menjaga konsistensi desain ketika produk memiliki banyak halaman atau terus dikembangkan.

 

6. Evaluasi Kemampuan Komunikasi dan Kolaborasi

Pengembangan produk digital biasanya melibatkan beberapa pihak, seperti pemilik bisnis, product manager, UI/UX designer, dan developer. Karena itu, kemampuan komunikasi menjadi faktor penting. Designer perlu mampu menjelaskan alasan di balik keputusan desain, menerima masukan, dan menyesuaikan solusi ketika terdapat perubahan kebutuhan.

Perhatikan bagaimana mereka menyampaikan ide dan merespons pertanyaan selama diskusi awal. Apakah mereka mampu menjelaskan konsep dengan bahasa yang mudah dipahami? Apakah mereka terbuka terhadap masukan dan dapat bekerja sama dengan tim teknis? Kolaborasi yang baik membantu mengurangi kesalahpahaman antara desain dan implementasi. Dengan begitu, hasil akhir lebih berpeluang sesuai dengan kebutuhan yang telah disepakati.

 

7. Pastikan Desain Dapat Diimplementasikan oleh Developer

Desain yang baik perlu mempertimbangkan bagaimana tampilan tersebut akan diwujudkan menjadi produk digital yang benar-benar berfungsi. Karena itu, UI/UX designer perlu memperhatikan aspek seperti responsivitas tampilan, konsistensi komponen, kondisi ketika data kosong, pesan kesalahan, serta interaksi pada tombol dan formulir. Untuk sistem bisnis, pertimbangan ini sangat penting karena pengguna mungkin perlu mengakses informasi dalam jumlah besar atau melakukan pekerjaan yang berulang setiap hari.

Sebelum memilih designer, pastikan mereka dapat menyiapkan file desain yang terstruktur, spesifikasi komponen yang diperlukan, dan prototype atau dokumentasi yang membantu developer memahami rancangan. Jika Anda bekerja sama dengan software house, kolaborasi antara tim desain dan developer sejak awal juga dapat membantu mengidentifikasi kendala teknis lebih cepat.

 

8. Sesuaikan Anggaran, Ruang Lingkup, dan Waktu Pengerjaan

Biaya desain UI/UX dapat berbeda tergantung kompleksitas produk, jumlah halaman, kebutuhan riset, tingkat interaksi, dan ruang lingkup pekerjaan. Karena itu, jangan hanya membandingkan harga akhir. Periksa apa saja yang termasuk dalam layanan tersebut.

Pastikan Anda memahami apakah pekerjaan mencakup riset pengguna, wireframe, desain visual, prototype, revisi, design system, dan penyerahan file kepada developer. Diskusikan pula jadwal pengerjaan, tahapan persetujuan, jumlah revisi, dan mekanisme komunikasi selama proyek berlangsung.

Dengan ruang lingkup yang jelas sejak awal, kedua pihak dapat memiliki ekspektasi yang lebih realistis dan mengurangi potensi kesalahpahaman di tengah pengerjaan.

 

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Memilih UI/UX Designer

Selain memahami kriteria pemilihan, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari:

  • Hanya menilai tampilan visual. Desain yang indah belum tentu mudah digunakan atau sesuai kebutuhan bisnis.
  • Mengabaikan pengalaman pengguna. Alur yang membingungkan dapat menghambat pengguna menyelesaikan aktivitasnya.
  • Tidak mendefinisikan kebutuhan proyek. Ruang lingkup yang tidak jelas dapat memicu perubahan berulang dan keterlambatan.
  • Tidak mempertimbangkan implementasi teknis. Desain perlu realistis untuk dikembangkan dengan teknologi yang digunakan.
  • Memilih berdasarkan harga termurah saja. Bandingkan kualitas proses, ruang lingkup, komunikasi, dan hasil yang ditawarkan.

Dengan menghindari kesalahan tersebut, Anda dapat membuat keputusan yang lebih terarah saat memilih UI/UX designer untuk proyek digital.

 

Memilih UI/UX designer yang tepat membutuhkan pertimbangan lebih dari sekadar portofolio dan tampilan visual. Anda perlu menilai kemampuan memahami kebutuhan bisnis, menyusun alur pengguna, menguasai tools desain, berkomunikasi dengan tim, serta menyiapkan desain yang dapat diimplementasikan. Pada akhirnya, desain yang efektif adalah desain yang membantu pengguna mencapai tujuannya sekaligus mendukung kebutuhan bisnis.

Jika perusahaan Anda berencana mengembangkan website, aplikasi mobile, atau sistem informasi yang disesuaikan dengan proses operasional, pastikan kebutuhan pengguna dan alur kerja bisnis menjadi bagian dari perencanaan sejak awal.

Sedang merencanakan pengembangan aplikasi atau sistem informasi untuk bisnis Anda? Afindo Informatika membantu perusahaan mengembangkan solusi software yang disesuaikan dengan kebutuhan dan proses bisnis. Diskusikan kebutuhan proyek Anda bersama tim Afindo untuk menentukan pendekatan pengembangan yang tepat.

 

FAQ 

  • Apa perbedaan UI designer dan UX designer?

UI designer berfokus pada tampilan visual dan elemen antarmuka, sedangkan UX designer berfokus pada pengalaman pengguna, termasuk kebutuhan, alur interaksi, dan kemudahan penggunaan. Dalam praktiknya, kedua peran tersebut dapat dikerjakan oleh satu orang.

 

  • Apa saja yang harus diperiksa dalam portofolio UI/UX designer?

Periksa kualitas desain, kejelasan alur pengguna, relevansi proyek dengan kebutuhan Anda, serta kemampuan designer menjelaskan proses dan alasan di balik keputusan desainnya.

 

  • Apakah bisnis kecil membutuhkan UI/UX designer?

Ya, terutama jika bisnis mengembangkan website atau aplikasi yang digunakan pelanggan maupun karyawan. Pendekatan desain yang tepat dapat membantu menyederhanakan interaksi dan membuat fitur lebih mudah dipahami.

 

  • Berapa biaya jasa UI/UX designer?

Biaya bergantung pada kompleksitas proyek, jumlah halaman, kebutuhan riset, tingkat interaksi, serta ruang lingkup layanan. Sebaiknya minta penawaran berdasarkan kebutuhan dan hasil kerja yang disepakati.

 

  • Kapan perusahaan sebaiknya melibatkan UI/UX designer?

Idealnya sejak tahap perencanaan produk, sebelum proses pengembangan dimulai. Dengan begitu, kebutuhan pengguna dan alur sistem dapat dipertimbangkan sebelum desain diimplementasikan oleh developer.

Siap Mendiskusikan Kebutuhan Sistem Organisasi Anda?

Kami terbuka untuk diskusi awal memahami kebutuhan dan tantangan sistem Anda.